Inilah Mencegah Demam Berdarah Pada Anak dan Balita


Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 2 penderita DBD sehabis Brazil. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2009-2011, jumlah kematian akibat DBD pada Indonesia mencapai 1.125 perkara. Data tadi sekaligus menempatkan Indonesia menjadi negara tertinggi pada masalah penyakit DBD di Asia Tenggara.

Ciri-Ciri Demam Berdarah pada Anak
Tubuh anak dan balita lebih rentan dari orang dewasa, sehingga diharapkan penanganan demam berdarah sejak dini. Terkadang gejala demam berdarah dalam anak & balita tidak selalu timbul. Gejala tadi sanggup saja timbul dalam hari ke-4 hingga hari seterusnya.

Berikut ciri-karakteristik demam berdarah dalam anak dan balita:

1. Demam tinggi
Demam mampu saja turun misalnya mau sembuh, namun datang-tiba kambuh lagi. Hal ini akan terus berlangsung selama hampir satu minggu.

Terkadang orang tua yang tidak mengenal gejala demam berdarah menganggap hal tadi hanya demam biasa atau malah masuk angin.

Dua. Mendadak sangat lemas dan lesu
Selain demam tinggi, gejala DBD pada anak yang berikutnya merupakan terasa nyeri & linu di belakang mata.

Tiga. Muncul bintik-bintik merah & ruam
Gejala DBD pada anak yg bisa dilihat secara kasat mata adalah munculnya bintik merah dan ruam dalam sekujur tubuh. Hal ini ditimbulkan sang virus dengue yg menyerang sistem pembekuan darah pada pada tubuh.

Pada fase yg paling parah, hidung bisa mengalami mimisan lalu mutah darah berwarna hitam misalnya warna kopi. Selain itu, kulit anak pula gampang mengalami memar.

4. Mual dan nafsu makan berkurang
Ciri-ciri DBD selanjutnya adalah buah hati yg terjangkit batuk pilek dan pula terasa gatal pada bagian telapak kaki. Ini jua disertai dengan menurunnya nafsu makan yg disebabkan oleh rasa mual.

Demam berdarah mampu menyebabka kematian
Gejala demam berdarah pada anak umumnya ringan hingga sedang, sedangkan buat orang dewasa gejala tersebut bisa terjadi berdasarkan termin sedang sampai berat. Gejala DBD umumnya terjadi kurang lebih satu minggu.

Apabila anak atau balita telah pernah terkena sakit demam berdarah, terdapat kemungkinan tubuh mereka sebagai lebih kebal terhadap virus tertentu.

Pada perkara-masalah eksklusif, demam berdarah mampu hingga menimbulkan kematian yang diklaim menggunakan Dengue Shock Syndrome atau DSS.

Gejala DBD dalam anak yg mengalami DSS yaitu mengalami demam tinggi. Setelah demam reda, mulai muncul gejala-gejala lain yang lebih parah misalnya:

Sulit bernapas atau sesak napas
Sakit perut, &
Sistem pencernaan bermasalah
Apabila terlambat ditangani maka anak bisa mengalami tekanan darah yang turun secara drastis dan cepat, kehilangan cairan tubuh, dan pendarahan hebat.

Cara Mendiagnosis DBD
Jika anak Anda mengalami ciri-karakteristik demam berdarah yg telah dijelaskan pada poin sebelumnya, maka segeralah bawa ke tempat tinggal   sakit!

Ini adalah langkah awal untuk mendiagnosis penyakit apa yang sedang diderita sang anak Anda. Pada intinya, bila anak atau balita tiba-datang terserang demam tinggi, jangan pernah disepelekan.

Selain dilakukan diagnosis awal oleh dokter, anak Anda akan diminta melakukan cek darah pada laboratorium buat mengetahui penyakitnya. Apabila terbukti bahwa anak atau balita Anda terkena sakit demam berdarah, maka dokter akan eksklusif meminta buat rawat inap di rumah sakit.

Biasanya, demam berdarah dalam anak akan sembuh kurang lebih satu minggu. Terdapat 3 fase tahapan gejala demam berdarah, yaitu:

Febrile
Critical, &
Recovery
Penyembuhan demam berdarah pada anak hampir sama menggunakan penyembuhan yg dilakukan untuk orang dewasa. Anak akan diinfus & jua diminta buat minum banyak air agar dehidrasi berkurang sekaligus beristirahat.

Perlu diperhatikan bahwa jangan memberikn obat sakit ketua yg mengandung aspirin lantaran sanggup membuat pendarahan bertambah parah. Sebaiknya, pilihlah parasetamol.

Jika ternyata anak atau balita Anda mengalami demam berdarah yang berat seperti Dengue Shock Sydrome (DSS), maka anak sanggup diminta untuk segera melakukan transfusi darah.

Pada masalah-masalah eksklusif, demam berdarah ringan mampu sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan dari tempat tinggal   sakit. Sayangnya, perkara ini sangat jarang terjadi.

Pengobatan demam berdarah ringan mampu dilakukan dengan cara meminum obat tradisional yg terbuat menurut bahan-bahan alami, seperti minuman adonan daun jambu biji, madu, sambiloto, dan temulawak.

Cara Mencegah DBD yang Praktis Dilakukan
Tentunya cara mencegah demam berdarah dalam anak yg paling sempurna merupakan dimulai berdasarkan lingkungan kurang lebih tempat tinggal  . Lebih baik mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak agar anak tak terkena gigitan nyamuk tadi.

Berikut cara mencegah DBD yg mudah dilakukan:

1. Membersihkan & menutup penampungan air
Penampungan air yang dimaksud seperti bak mandi & ember air. Nyamuk aedes aegypti paling senang berkembang biak di tempat yg lembap & basah, misalnya kamar mandi.

2. Jangan menumpuk sampah di kurang lebih tempat tinggal 
Jangan pernah menumpukkan sampah pada sekitar tempat tinggal   lantaran ini bisa menjadi sarang nyamuk. Segeralah buang sampah-sampah tersebut buat mencegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Tiga. Pakaikan anak baju berlengan panjang
Perlu Anda ingat bahwa siang hari merupakan waktu nyamuk aedes aegypti umumnya mulai beraksi. Cara menghindarinya adalah dengan memakaikan baju lengan panjang. Ketika anak tidur siang, pasanglah kelambu pada loka tidurnya.

4. Oleskan lotion anti nyamuk
Terkait hal ini, terdapat dua hal yg perlu diperhatikan, yaitu lotion khusus anak dan memiliki perindungan menurut nyamuk demam berdarah. Apabila memiliki lahan yg cukup, Anda sanggup menanam flora pengusir nyamuk, seperti marigold atau bunga tai kotok.

Klik Untuk Komentar